Selasa, 19 Maret 2013

Tutorial Hack Ponsel Symbian






Selamat malam sobat semua,kali ini saya akan share tutorial hack ponsel nokia symbian S60v3 dengan cara yang sangat-sangat mudah.
Saya sudah coba tips ini 5 kali di ponsel E63 ( 3 kali ) dan nokia E71 ( 2 kali ) dan semua berjalan dengan sukses tanpa kendala.
Oke langsung saja ke TKP;
Yang pertama silahkan download alat-alat tempurnya dibawah ini;
1. x-plore download DISINI
2. Norton Symbian Hack download DISINI
3. installserver download DISINI
4. room patcher download DISINI
Apabila sudah di download semua peralatan tempurnya,sekarang kita langsung eksekusi,sbb;
sebelumnya jangan lupa atur dulu pengaturan manager aplikasi di ponsel sobat semua,caranya;
pilihan>pengaturan>pemasangan perangkat lunak ubah menjadi ''semua'' dan pemeriksaan onlinenya di ''non aktifkan''
apabila semua langkah di atas sudah selesai selanjutnya kita lanjutkan eksekusinya;
1. instal x-plore
    apabila sobat semua mengalami kesulitan dalam menginstal aplikasi x-plore maka mundurkanlah pengaturan tanggal di ponsel sobat ( disini cukup tahunnya saja yang di mundurkan )
setelah aplikasi x-plore terinstal di ponsel maka kita lanjutkan langkah berikutnya.

2. instal norton antivirus symbian hack
    setelah terinstal maka jalankan aplikasi norton symbian hack tadi, kemudia klik option>antivirus>quarantine list. kemudian klik option>restore all>yes.

3. instal rompatcher plus kemudian jalankan aplikasinya lalu klik pilihan>all patches>apply

4. buka aplikasi x-plore kemudian atue dahulu pengaturannya. caranya; klik tools>configuration kemudian tandai ata centang semua kotak yang ada.
nah sekarang salin tau pindahkan folder dimana sobat semua meletakkan file installserver.exe tadi ke
c:sys/bin/taruh disini
dan akhirnya...tadaaaaaaa..........selamat ponsel nokia symbian anda sudah ter hack,dan sobat semua sudah bisa menginstal semua aplikasi tanpa ada kendala sertifikat error lagi.

Demikian tutorial singkat tentang cara Hack ponsel nokia symbian S60v3.dan semoga bermanfaat.
apabila sobat semua masih ada kesulitan atau kendala silahkan sobat semua berkomentar dan sebisa mungkin akan saya jawab sesuai kemampuan saya.
   
READ MORE - Tutorial Hack Ponsel Symbian

Jumat, 08 Maret 2013

Cara Mudah Download File Dari 4shared Via Opera Mini

      Selamat malam sobat semua,kali ini saya akan posting mengenai cara download file dari 4shared pakai opera mini lewat ponsel.
      Seperti yang kita ketahui ada begitu banyak file yang ada di 4shared apakah itu lagu mp3,games,aplikasi dan masih banyak lagi file-file lainnya.
oke,langsung saja menuju ke TKP.

Langkah pertama sobat semua harus sudah punya akun di 4shared,kalau belum punya silahkan sobat buat akun di 4shared.gampang kok gak pakai ribet.
ini dia langkah-langkahnya :
1. buka operamini di ponsel dan masuk ke alamat 4shared,trus login dengan akun sobat


2. cari file yang ingin sobat download,disini saya ingin download lagu mp3


3. klik lagu yang akan di download





4. nah keterangan paling bawah pada gambar diatas disuruh menunggu 20 detik,kemudian  reload/muat ulang halaman (tampak gambar dibawah)


5. setelah halaman di reload/muat ulang maka lagu siap di unduh (tampak gambar dibawah)





6. klik unduh maka lagu otomatis ter download





7. klik save/simpan (tampak gambar dibawah)





Demikian artikel singkat tentang cara download file dari 4shared via opera mini ponsel.semoga bermanfaat.
READ MORE - Cara Mudah Download File Dari 4shared Via Opera Mini

Selasa, 12 Februari 2013

Youtube Downloader Buat Ponsel Symbian

Met pagi sobat semua,kali ini saya akan share aplikasi youtube downloader untuk Hp symbian.oke langsung saja sob download aplikasinya. DISINI
Setelah itu instal aplikasinya di memori card (saya pakai nokia E63) trus buka aplikasinya,cari video yang akan sobat download trus klik videonya,setelah itu tekan opsi download.nah disitu sobat akan disuruh memilih format video yang sobat inginkan.
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat screenshot berikut,selamat berburu video youtube.
READ MORE - Youtube Downloader Buat Ponsel Symbian

Senin, 11 Februari 2013

Bidadari Menungunya di Surga


     Ibnu Jauzi dalam shifatus Shofwah, dan Ibnu Nahas dalam Masyaariqul ‘Asywaaq mengisahkan dari seorang salih yang bernama Abu Qudamah as-Syami’ (saya kira yang dimaksud pemuda dalam judulnya adalah Abu Qudamah). Abu Qudamah, konon adalah orang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fii sabilillah. Tak pernah dia mendengar akan jihad fii sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali ia selalu mengambil bagian bertempur di pihak kaum muslimin. Suatu ketika saat ia sedang duduk-duduk di Masjidil Haram, ada seorang yang menghampirinya seraya berkata, ” Hai, Abu Qudamah, ceritakanlah peristiwa paling ajaib yang pernah kamu alami dalam berjihad.” “Baiklah, aku akan menceritakannya bagi kalian,” kata Abu Qudamah. “Suatu ketika aku berangkat bersama beberapa sahabatku untuk memerangi kaum salibis di beberapa pos penjagaan dekat perbatasan. Dalam perjalanan itu aku melalui kota Raqqah (sebuah kota di Irak, dekat dengan eufrat)”. Disana aku membeli seekor unta yang akan kugunakan untuk membawa persenjataanku. Disamping itu aku mengajak warga kota lewat masjid- masjid, untuk ikut serta dalam jihad dan berinfak fi sabilillah”. Menjelang malam harinya, ada seorang yang mengetuk pintu. Tatkala kubukakan, ternyata ada seorang wanita yang menutupi wajahnya dengan gaunnya. AQ ”Apa yang anda inginkan?” W : ”Andakah yang bernama Abu Qudamah?” AQ : ”Benar” W : ”Andakah yang hari ini mengumpulkan dana untuk membantu jihad di perbatasan?” Maka wanita itu menyerahkan secarik kertas dan sebuah bungkusan terikat, kemudian berpaling sambil menangis. Pada kertas itu tertulis: “Anda mengajak kami untuk berjihad, namun aku tak sanggup untuk itu. Maka kupotong dua buah kucir rambut kesayanganku agar anda jadikan sebagai tali kuda Anda. Kuharap bila Allah melihatnya pada kuda Anda dalam jihad, Dia mengampuni dosaku karenanya” (Dari kucir rambut inilah kisah selanjutnya terjadi) “Demi Alah, aku kagum atas semangat dan kegigihanya untuk ikut berjihad, demikian pula kerinduannya untuk mendapat ampunan Alah dan surga-Nya” kata Abu Qudamah. Kesekoan harinya, aku bersama sahabtku beranjak meninggalkan Raqqah. Tatkala kami tiba di benteng Maslamah bin Abdul Malik, tiba-tiba dari belakang ada seorang penunggang kuda yang memanggil-manggil. “Hai Abu Qudamah…Hai Abu Qudamah… tunggulah sebentar, semoga Allah merahmatimu,” teriak orang itu. “Kalian berangkat saja duluan, biar aku yang mencaritahu tentang orang ini” perintahku pada para sahabatku. Ketika aku hendak menyapanya, orang itu mendahuluiku dan mengatakan, “Segala puji bagi Allah yang mengizinkanku untuk ikut bersamamu, dan tidak menolak keikutsertaanku”. “Apa yang kau inginkan” tanyaku. “Aku ingin ikut bersamamu memerangi orang-orang kafir”, jawabnya. “Perlihatkan wajahmu, aku ingin lihat, kalau engkau cukup dewasa dan wajib berjihad, akan aku terima. Namun jika masih kecil dan tidak wajib berjihad terpaksa kutolak” kataku. Ketika ia menyingkap wajahnya, tampaklah olehku wajah yang putih bersinar bak bulan purnama. Ternyata ia masih muda belia dan umurnya baru 17 tahun. “Wahai anakku, apakah kamu memiliki ayah?” tanyaku. “Ayahku terbunuh di tangan kaum salibis dan aku ingin ikut bersamamu untuk memerangi orang yang membunuh ayahku” jawabnya. “Bagaimana dengan ibumu, masih hidupkah dia?” tanyaku lagi. “Ya” jawabnya. “Kembalilah ke ibumu dan rawatlah ia baik-baik, karena surga ada dibawah telapak kakinya” pintaku kepadanya. “Kau tak kenal ibuku?” tanyanya. “Tidak” jawabku. “Ibuku ialah pemilik titipan itu,”katanya. “Titipan yang mana” tanyaku. “Dialah yang menitipkan tali kuda itu” jawabanya. “Tali kuda yang mana” tanyaku keheranan. “Subhanallah..!! Alangkah pelupanya Anda ini, tidak ingatkah Anda dengan wanita yang datang tadi malam menyerahkan seutas tali kuda dan bingkisan?” “Ya, aku ingat” jawabku. “Dialah ibuku! dia menyuruhku untuk berjihad bersamamu dan mengambil sumpah dariku supaya aku tidak kembali lagi,” katanya. “Ibuku berkata,”Wahai anakku, jika kamu telah berhadapan dengan musuh, maka janganlah kamu melarikan diri. Persembahkan jiwamu untuk Allah. Mintalah kedudukan disisiNya, dan mintalah agar engkau ditepatkan bersama ayah dan paman-pamanmu di jannah. Jika Allah mengaruniamu mati syahid, maka mintalah syafaat bagiku”. Kemudian ibu memelukku lalu menengadahkan kepala ke langit seraya berkata “Ya Allah..ya Ilahi… inilah puteraku, buah hati dan belahan jiwaku, kupersembahkan ia untukmu, maka dekatkanlah ia dengan ayahnya.”. “Aku benar-benar takjub dengan anak ini”. Kata abu Qudamah, lalu anak itu pun segera menyela, “Karenanya, kumohon atas nama Allah, janganlah kau halangi aku untuk berjihad bersamamu. InsyaAllah akulah asy- syahid putera asy-syahid. Aku telah hafal Al-Quran. Aku juga jago menunggang kuda dan memanah. Maka janganlah meremehkanku hanya karena usiaku yang masih belia” kata anak itu memelas. Setelah mendengar uraiannya aku tak kuasa melarangnya maka kusertakan ia bersamaku. Demi Allah, ternyata tak pernah kulihat orang yang lebih cekatan darinya. Ketika pasukan bergerak, dialah yang tecepat. ketika kami singgauh untuk beristirahat, dialah yang paling sibuk mengurus kami, sedang lisanya tak pernah berhenti dari dzikrullah sama sekali. Kemudian, kamipun singgah disuatu tempat dekat pos perbatasan. Saat itu matahari hampir tenggelam dan kami dalam keadaan berpuasa. Maka ketika kami hendak menyiapkan hidangan untuk berbuka dan makan malam, bocah itu bersumpah atas nama Allah bahwa ialah yang akan menyiapkanya. Tentu saja kami melarangnya karena ia baru saja kecapaian selama perjalanan panjang tadi. Akan tetapi bocah itu bersikeras menyiapkan hidangan bagi kami. Maka ketika kami beristirahat disuatu tempat, kami katakan kepadanya, “Menjauhlah sedikit agar asap kayu bakarmu tidak mengganggu kami”. Maka bocah itupun mengambil tempat yang agak jauh dari kami untuk memasak. Akan tetapi bocah itu tak kunjung tiba. Mereka merasa bahwa ia agak terlambat menyiapkan hidangan mereka. “Hai Abu Qudamah, temuilah bocah itu. ia sudah terlalu lama memasak. Ada apa denganya?” pinta seseorang kepadaku. Lalu aku bergegas menemuinya, maka kudapatkan bocah itu telah menyalakan api unggun dan memasak sesuatu diatasnya. tapi karena terlalu lelah, ia pun tertidur sambil menyandarkan kapalanya pada sebuah batu. Melihat kondisinya yang seperti itu, sungguh demi Allah aku tak sampai hati mengganggu tidurnya, namun aku juga tak mungkin kembali kepada mereka dengan tangan hampa, karena sampai sekarang kami belum menyantap apa- apa. Akhirnya kuputuskan untuk menyiapkan makanan itu sendiri. Aku pun mulai meramu masakanya, dan sembari menyiapkan masakan , sesekali aku melirik bocah itu. Suatu ketika terlihat olehku bahwa bocah itu tersenyum. Lalu perlahan senyumanya makin lebar dan mulailah ia tertawa lebar kegirangan. Aku merasa takjub melihat tingkahnya tadi, kemudian ia tersentak dari mimpinya dan terbangun. Ketika melihatku menyiapkan masakan sendirian, ia nampak gugup dan buru- buru mengatakan, “Paman, maafkan aku, nampaknya aku terlambat menyiapkan makanan bagia kalian.” “Ah tidak, kamu tidak terlambat kok,” jawabku. “Sudah, tinggalkan saja masakan ini. Biar aku yang menyiapkanya, aku adalah pelayan kalian selama jihad.” kata bocah itu. “Tidak,” sahutku, “Demi Allah,kau tak kuizinkan menyiapkan apa-apa lagi bagi kami sampai kau ceritakan kepadaku apa yang membuatmu tertawa sewaktu tidur tadi? keadaanmu sungguh mengherankan,” lanjutku. “Paman, itu sekedar mimpi yang kulihat sewaktu tidur,” kata si bocah. “Mimpi apa yang kau lihat?” tanyaku. “Sudahah, tak usah bertanya tentangnya, ini masalah pribadi antara aku dengan Allah,” sahut bocah itu. “Tidak bisa, kumohon atas nama Allah agar kamu menceritakanya,” kataku. “Paman, dalam mimpi itu tadi aku melihat seakan-akan aku berada di Jannah, kudapati Jannah itu dalam segala keindahanya dan keagunganya, sebagaiana yang Allah ceritakan dalam Al-Quran”. Sembari aku jalan-jalan didalamnya dengan penuh terkagum-kagum tiba-tiba tampaklah olehku sebuah istana megah yang berkilauan, dindingnya dari emas dan perak, terasnya dari mutiara dan batu permata, dan gerbangnya dari emas. Di teras itu ada kerai-kerai yang terjuntai, lalu perlahan-lahan kerai itu tersingkap dan tampaklah gadis-gadis belia nan cantik jelita, wajah mereka bersinar bak rembulan.” Kutatap wajah-wajah cantik itu dengan penuh kekaguman, sungguh, kecantikannya yang luar biasa,gumamku, lalu muncullah seorang gadis lain yang lebih cantik dari mereka, dengan telunjuknya ia memberi isyarat kepada gadis yang berada disampingnya, seraya mengatakan “Inilah (calon) suami al-Mardhiyah… ya..dialah calon suaminya, benar, dialah orangnya!”. Aku tak paham siapa itu al-Mardhiyyah, maka aku bertanya kepadanya, “kamukah al-mardhiyyah..?? “Aku hanyalah satu diantara dayang-dayang al-mardhiyyah…” katanya. “Anda ingin bertemu dengan al-Mardhiyyah..?” tanya gadis itu. “Kemarilah..masuklah kesini, semoga Allah merahmatimu,” serunya. Tiba-tiba diatasnya ada sebuah kamar dari emas merah.. dalam kamar itu ada dipan yang bertahtakan permata hijau dan kaki-kakinya terbuat dari perak putih yang berkilauan. Dan diatasnya , seorang gadis belia dengan wajah bersinar laksana surya!! Kalaulah Allah tidak memantapkan hati dan penglihatanku, niscaya butalah mataku dan hilanglah akalku karena tak kuasa menatap kecantikanya!! Tatkala ia menatapku, ia menyambutku seraya berkata, “Selamat datang, hai wali Allah dan kekasih Nya. Aku diciptakan untukmu, dan engkau adalah milikku.” Mendengar suara merdu itu, aku berusaha mendekatinya dan menyentuhnya..namun sebelum tanganku sampai kepadanya, ia berkata,”Wahai kekasihku dan tambatan hatiku…semoga Allah menjauhkanmu dari segala kekejian… urusanmu didunia masih tersisa sedikit… InsyaAllah besok kita akan bertemu selepas Ashar.” Akupun tersenyum dan senang mendengarnya”. Abu Qudamah melanjutkan, “usai mendengar cerita si bocah yang indah tadi, aku berkata kepadanya, “InsyaAllah mimpimu merupakan pertanda baik.” Lalu kami pun menyantap hidangan tadi bersama-sama,kemudian meneruskan perjalanan kami menuju pos perbatasan. Setibanya di pos perbatasan, kami menurunkan semua muatan dan bermalam disana. Keeseokan harinya setelah menunaikan sholat fajar, kita bergerak ke medan pertempuran untuk menghadapi musuh. Sang komandan bangkit untuk mengatur barisan. Ia membaca permulaan surah al-Anfaal. Ia mengingatkan akan besarnya pahala jihad fi sabiilillah dan mati syahid, sembari terus mengobarkan semangat jihad kaum muslimin.” Abu Qudamah mengisahkan, “Tatkala kuperhatikan orang-orang disekitarku, kudapatkan masing-masing mereka mengumpulkan sanak kerabatnya disekitarnya. Adapun si bocah, ia tak punya ayah yang memanggilnya atau paman yang mengajaknya dan tidak pula saudara yang mendampinginya. Akupun terus mengikuti dan memperhatikan gerak-geriknya, lalu tampaklah olehku bahwa ia berada di barisan terdepan. Maka segeralah ku kejar ia, kusibak barisan demi barisan hingga sampai kepadanya, kemudian aku berkata, “Wahai anakku, adakah engkau memiliki pengalaman berperang?” “Tidak…tidak pernah. Ini justru pertempuranku yang pertama kali melawan orang kafir,” jawab si bocah. “Wahai anakku, sesungguhya perkara ini tidak segampang yang kau bayangkan, ini adalah peperangan. Sebuah pertumpahan darah ditengah gemerincingnya pedang, ringkikan kuda dan hujan panah. Wahai anakku, sebaiknya engkau ambil posisi di belakang saja. Jika kita menang kau pun ikut menang, namun jika kita kalah kau tak jadi korban pertama.” pintaku kepadanya. Lalu dengan tatapan penuh keheranan ia berkata,”paman, engkau berkata seperti itu kepadaku?” “Ya, aku mengatakan seperti itu kepadamu,” jawabku. “Paman…apa engkau menginginkan aku jadi penghuni neraka..?” tanyanya “‘Auudzubillah! sungguh, bukan begitu. kita semua tidak berada di medan jihad seperti ini karena lari dari neraka dan memburu surga,” jawabku. Lalu kata si bocah, “sesunggunya Allah berfirman, “Hai orang-orang beriman, apabila kamu bertemu orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk siasat perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya itu” (Qs Al-Anfal 15-16). “Adakah paman menginginkan aku berpaling membelakangi meeka sehingga tempat kembaliku adalah neraka?” Akupun heran dengan kegigihanya dan sikapnya yang memegang teguh ayat tersebut. Kemudian aku berusaha menjelaskan, “Wahai anakku, ayat itu maksudnya bukan seperti yang kau katakan.”. Namun tetap saja ia bersikeras tak mau pindah ke belakang. Aku pun menarik tanganya secara paksa,membawa ke akhir barisan. Namun justru ia menarik lengannya kembali seakan ingin melepaskan diri dari genggamanku. Lalu perang pun dimulai dan aku terhalang oleh pasukan berkuda darinya. Dalam kancah pertempuran itu terdengarlah derap kaki kuda, diiringi gemerincing pedang, dan hujan panah, lalu mulailah kepala-kepala berjatuhan satu persatu. Bau anyir darah tercium dimana-mana. Tangan dan kaki bergelimpangan. Dan tubuh tak bernyawa tergeletak bersimbah darah. Demi Allah, perang itu telah menyibukkan tiap orang akan dirinya sendiri dan melalaikan orang lain. Sabetan dan kilatan pedang diatas kepala yang tak henti-hentinya, menjadikan suhu memuncak, seakan akan ada tungku tanur yang menyala diatas kami. Perang pun kian memuncak, kedua pasukan bertempur habis-habisan hingga matahari tergelincir dan masuk zhuhur. Ketika itulah Allah berkenan manganugerahkan kemenangan bagi kaum muslimin dan pasukan salib lari tunggang langgang. Setelah mereka terpukul mundur, aku berkumpul bersama bebrapa orang sahabatku untuk menunaikan sholat dzuhur. Selepas sholat, mulailah masing-masing dari kita mencari sanak saudaranya diantara para korban. Sedangkan si bocah…maka tak seorangpun mencarinya atau mencari kabarnya. Maka kukatakan dalam hati “Aku harus mencarinya dan menyelidiki keadaanya, barangkali ia terbunuh, terluka atau jatuh dalam tawanan musuh?” Akupun mulai mencarinya di tengah para korban, aku menoleh ke kanan dan ke kiri kalau-kalau ia terlihat olehku. Disaat itulah aku mendengar suara lirih dibelakakngku yang mengatakan,”Saudara-saudara… tolong…panggilkan pamanku Abu Qudamah kemari!” Aku menoleh ke arah suara tadi, ternyata tubuh itu adalah tubuh si bocah dan ternyata puluhan tombak telah menusuk tubuhnya. Ia babak belur terinjak pasukan berkuda. Dari mulutnya keluar darah segar. Dagingnya tercabik- cabik dan tulangnya remuk total. Ia tergeletak seorang diri ditengah padang pasir. Maka aku segera bersimpuh dihadapanya dan berteriak sekuat tenagaku, “Akulah Abu Qudamah!! Aku disampingmu!!”. “Segala puji bagi Allah yang masih menghidupkanku hingga aku dapat berwasiat kepadamu…maka dengarlah baik-baik wasiatku ini..!” kata si bocah. Abu Qudamah mengatakan, sungguh demi Allah, tak kuasa menahan tangisku. Aku teringat akan segala kebaikanya, sekaligus sedih akan ibunya yang tinggal di Raqqah. Tahun lalu ia dikejutkan dengan kematian suaminya dan saudara- saudaranya, lalu sekarang dikejutkan dengan kematian anaknya. Aku menyingsingakan sebagian kainku dan mengusap darah yang menutupi wajah polos itu. Ketika ia merasakan sentuhanku ia berkata, “Paman… usaplah darah dengan pakaianku, dan jangan kau usap dengan pakaianmu” Demi Allah, tak kuasa aku menahan tangisku dan tak tahu harus berkata apa. Sesaat kemudian bocah itu berkata dengan suara lirih, “Paman…berjanjilah sepeninggalku nanti kau akan kembali ke Raqqah, dan memberi kabar gembira kepada ibuku bahwa Allah telah menerima hadiahnya, dan bahwa anaknya telah gugur di jalan Allah dalam keadaan maju dan pantang mundur. Sampaikan pula padanya jikalau Allah menakdirkan aku sebagai syuhada, akan kusampaikan salamnya untuk ayah dan paman pamanku di Jannah. Paman…aku khawatir nanti kalau ibuku tak mempercayai ucapanmu. MAka ambillah pakaianku yang berlumur darah ini, karena bila ibu melihatnya ia akan yakin bahwa aku telah terbubuh, dan insyaAllah kami akan bertemu kembali di Jannah. Paman…setibanya engaku di rumahku, akan kau dapati seorang gadis kecil berumur sembilan tahun. Ia adalah saudariku…tak pernah aku masuk rumah kecuali ia sambut dengan keceriaan,dan tak pernah aku pergi kecuali diiringi isak tangis dan kesedihanya. ia sedemikian kaget ketika mendengar kematian ayah tahun lalu, dan sekarang ia kaget mendengar kematianku. Ketika melihat mengenakan pakain safar ia berkata dengan berat hati, “Kak, jangan kau tinggal kami lama-lama… segeralah pulang…!!” Paman… Jika kamu bertemu denganya maka hiburlah hatinya dengan kata-kata yang manis. Katakan kepadanya bahwa kakakmu mengatakan, “Allahlah yang akan menggantikanku mengurusmu”. Abu Qudamah melanjutkan, “Kemudian bocah itu berusaha menguatkan dirinya, namun napasnya mulai sesak dan bicaranya tak jelas. Ia berusaha menguatkan dirinya untuk kedua kalinya dan berkata “Paman… demi Allah… mimpi itu benar…mimpi itu sekarang menjadi kenyataan. Demi Allah, saat ini aku benar-benar sedang melihat al- Mardhiyyah dan mencium bau wanginya.” Lalu bocah itu mulai sekarat, dahinya berkeringat, napasnya tersengal-sengal dan kemudian wafat di pangkuanku.” Abu Qudamah berkata,”Maka kulepaslah pakaianya yang berlumuran darah, lalu kuletakkan dalam sebuah kantong, kemudian ku kebumikan dia. Usai mengebumikannya, keinginan terbesarku ialah segera kembali ke Raqqah dan menyampaikan pesanya kepada ibunya. Maka Akupun kembali ke Raqqah. Aku tak tahu siapa nama ibunya dan dimana rumah mereka. Tatkala aku menyusuri jalan-jalan di Raqqah, tampak olehku sebuah rumah. Didepan rumah itu ada gadis kecil berumur sembilan tahun yang berdiri menunggu kedatangan seseorang. ia melihat-lihat setiap orang yang berlalu didepanya. Tiap kali melihat orang yang baru datang dari bepergian ia bertanya, “Paman…anda datang darimana?” “Aku datang dari jihad…” kata lelaki itu “Kalau begitu kakakku ada bersamamu…?” tanyanya “Aku tak kenal, siapa kakakmu..” kata lelaki itu sambil berlalu. Lalu lewatlah orang kedua, dan tanyanya “Akhi…anda datang darimana?” “Aku datang dari jihad,” jawabnya. “Kakakku ada bersamamu?”, tanya gadis itu. “Aku tak kenal, siapa kakakmu.” jawabnya sambil berlalu. Lalu lewatlah orang ketiga, kempat, kelima dan demikian seterusnya. Lalu setelah putus asa menanyakan saudaranya, gadis itu menangis sambil tertunduk dan berkata,”Mengapa mereka semua kembali dan kakakku tak kunjung kembali?” Melihat ia seperti itu, akupun datang menghampirinya. Ketika ia melihat bekas-bekas safar padaku dan kantong yang kubawa, ia bertanya, “Paman…anda datang darimana?” “Aku datang dari jihad,” jawabku. “Kalau begitu kakakku ada bersamamu?”. “Ibumu dimana?”tanyaku “Ibu ada dalam rumah,” jawabnya, “sampaikan kepadanya agar ia keluar menemuiku,” perintahku kepadanya. Ketika perempuan tua itu keluar, ia menemuiku dengan wajah tertutup gaunnya. Ketika aku mendengar suaranya dan ia mendengar suaraku, ia bertanya, “Hai Abu Qudamah, engkau datang hendak berbela sungkawa atau memberi kabar gembira?” Maka aku tanya,”Semoga Allah merahmatimu. Jelaskanlah kepadaku apa yang kau maksud dengan bela sungkawa dan kabar gembira itu?” “Jika engkau hendak mengatakan bahwa anakku telah gugur di jalan Allah, dalam keadaan maju dan pantang mundur berarti engkau datang membawa kabar gembira untukku, karena Allah telah menerima hadiahku yang kusiapkan untuk Nya sejak tujuh belas tahun silam. Namun jika engkau hendak mengatakan bahwa anakku kembali dengan selamat dan membawa ghanimah, berarti engkau datang untuk berbela sungkawa kepadaku, karena Allah belum berkenan menerima hadiah yang kupersembahakan untuk Nya,” jelas si perempuan itu. Maka kataku, “Kalau begitu aku datang membawa kabar gembira untukmu. Sesungguhnya anakmu telah terbunuh fi sabilillah dalam keadaan maju pantang mundur. ia bahkan masih menyisakan sedikit kebaikan, dan Allah berkenan untuk mengambil sebagian darahnya hingga ia ridha”. “Tidak, kurasa engkau tidak berkata jujur,” kata si Ibu sembari melirik kepada kantong yang kubawa, sedang puterinya menatapku dengan seksama. Maka kukeluarkan isi kantong tersebut, kutunjukkan kepadanya pakaian puteranya yang berlumuran darah. Nampak serpihan wajah anaknya berjatuhan dari kain itu. diikuti tetesan darah yang tercampur dengan beberapa helai rambutnya. “Bukankah ini adalah pakaianya..dan ini surbanya…lalu ini gamisnya yang kau kenakan pada anakmu sewaktu berangkat jihad…?” kataku. “Allaahu Akbar…!!! teriak si ibu kegirangan. Adapun gadis kecil tadi, ia justru berteriak histeris lalu jatuh terkulai tak sadarkan diri . Tak lama kemudian ia mulai merintih, “Aakh! Aakh..” (Kakak….kakak…) Sang ibu merasa cemas, ia bergegas masuk kedalam mengambil air untuk puterinya, sedang aku duduk disamping kepalanya, mengguyurkan air kepadanya. Demi Alah, dia tidak sedang merintih, ia tak sedang memanggil kakaknya..Akan tetapi ia sedang sekarat!! napasnya semakin berat..dadanya kembang kempis…lalu perlahan rintihanya terhenti. Ya, gadis itu telah tiada. Setelah puterinya tiada, ia mendekapnya lalu membawanya kedalam rumah dan menutup pintu dihadapanku. Namun sayup sayup terdengar suara dari dalam, “Ya Allah, aku telah merelakan kepergian suamiku, saudaraku dan anakku di jalan Mu. Ya Allah, kuharap engkau meridhaiku dan mengumpulkanku bersama mereka di JannahMu.” Abu Qudamah berkata,”Maka ku ketuk pintu rumahnya dengan harapan ia akan membukakan. Aku ingin memberinya sejumlah uang, atau menceritakan kepada orang-orang perihal kesabaranya hingga kisahnya menjadi teladan. Akan tetapi sungguh, ia tak membukakan atau menjawab seruanku. “Sunguh demi Allah, tak pernah kualami kejadian yang lebih menakjubkan dari ini,” kata Abu Qudamah mengakhiri kisahnya.
READ MORE - Bidadari Menungunya di Surga

Sabtu, 26 Januari 2013

Dulu Haram Kini Halal






Pada suatu ketika di zaman Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak
bertaubat, dia duduk di majelis Nabi Muhammad SAW dimana para sahabat berdesak-desakkan di Masjib Nabawi.
Suatu ketika dia menangkap perkataan Nabi saw : “Barangsiapameninggalkan
sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu
dalam keadaan halal”. Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para sahabat
mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan pemahaman yang
jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.

Akhirnya malam pun semakin larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari Masjid
demi melupakan rasa laparnya.
Di suatu gang tempat dia berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak
terbuka. Dengan insting pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu
tidak terkunci…dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak. Tidak, ia
merasa tidak boleh mencuri lagi.
Namun tiba-tiba timbul bisikan aneh : “Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada
pencuri lainnya yang belum tentu seperti kamu”. Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan
dia hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu
rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.
Dia hendak memberi salam namun timbul kembali suara tadi : “Hei pemuda!
bagaimana kalau ternyata di dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang
membuka, bila engkau mengucap salam … akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah
baiknya jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !”
Ah.. benar juga, pikirnya.
Maka masuklah ia dengan tanpa suara… Ruangan rumah tersebut agak luas,
dilihatnya berkeliling ada satu meja yang penuh makanan – timbul keinginannya untuk
mencuri lagi, namun segera ia sadar – tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.
Masuklah ia dengan hati-hati, hehhh …syukurlah tidak ada pencuri berarti  memang
sang pemilik yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik
rumah tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut
ruang….Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya perempuan cantik.
Tanpa dia sadari kakinya melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk,
macam-macam yang ada dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang
menutup sang wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.
Begitu besarnya hingga keluar keringat dinginnya, seakan jelas iamendengar
jantungnya berdetak kencang didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung
disamping tempat tidur…Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak
mau menambah dosa yang ada, tidakk !!
Segera ia memutar badannya untuk pergi. Akan ia ketuk dan berisalam dari luar
sebagaimana tadi. Ketika akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba
terdengar bunyi dalam perutnya…ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : “Bagus hei pemuda
yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu
birahimu?”
Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan
niat perbuatan pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang  pemuda. Suara itu berkata:
“Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah atas niat
baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk mengganjal perutmu agar tidak timbul perasaan
dan keinginan mencuri lagi!!”
Berpikirlah dia merenung sebentar, patutkah ia berbuat begitu? “Hei – tiba2x ia
tersadar serta berucap dalam hati – engkau dari tadi yang  berbicara dan memberi nasihat
kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang seperti ini,
tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan, tidak akan  memberi
nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon….(hening).
Celaka aku, bila ada orang yang di luar dan melihat perbuatanku …. aku harus
keluar.” Maka tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia
mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.
Semakin khawatir ia akan suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya
mendengar atau tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena
tidak ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.
Sesampai dimasjid, ia melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada
seorang yang membaca al qur-aan dengan khusyu’ sambil meneteskan  air mata, di sudut-sudut terdapat para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali
perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia atas pertolongan
Allah yang menguatkan hatinya.
Tapi … tidak di dengar bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu
ia menghampiri sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan. Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ……
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat
Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang
sombong:”Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu
menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja Mereka
menjawab:”Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi
petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali
kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”. (QS. 14:21)
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu
tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan
(sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab  itu janganlah kamu
mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu
dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan
perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. (QS. 14:22)
Bergetarlah hatinya mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia
“Engkau berbicara kepadakukah, ya Allah?” Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia
mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya badannya.
Cukup lama ia mendengarkan bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena
bacaan itu dihentikan berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa
pria itu menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua  yang masuk langsung menuju
tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu … adalah
wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia berada di ruangan itu
sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah ada  orang yang diam-diam
melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya adalah orang yang diam-diam
memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu rumah itu? Ahh … celaka, celaka.
Namun gemetar tubuhnya, tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk
bersembunyi atau pergi apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak
tidur dan tak lama pun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw….
celaka, pikirnya panik !!
Hampir celentang jatuh ia ketika terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : “Hai
Fulan, kemarilah !” Dengan perlahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha
menyembunyikan wajahnya.
Ia mendengar sang perempuan masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW.
katanya : “…benar ya Rosulullah, saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya
kemasukan orang yang hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya,
ketika saya berontak … ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya
ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya danada suara menyeramkan
yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman  saya untuk meminta
dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang di mimpi saya tidak terjadi bila saya ada suami
yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya menemui engkau disini agar memilihkan
calon suami untuk saya”.
Nabi saw memandang kepada si pemuda bekas pencuri, lalu berkata : “Hai Fulan,
karena tidak ada pria yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku  tawarkan padamu,
maukah engkau menjadi suaminya?” Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia.
Dan setelah sholat shubuh Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para
shahabat mengumpulkan dana untuk mengadakan pernikahan dan pembayaran maskawin si
pemuda ini.
Setelah pernikahannya, tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :
“Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia
akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal”.
READ MORE - Dulu Haram Kini Halal

Minggu, 13 Januari 2013

Para Wanita Calon Penghuni Surga

Ketika Baginda Rasul SAW mengatakan Penghuni Neraka kelak lebih banyak kaum wanita. maka salah satu sahabat bertanya, ya Rasulullah Apakah mereka tidak gemar beribadah kepada Allah?
''bukan jawab rasulullah SAW, lalu kenapa ?
''Mereka bahkan lebih taat menjalankan Sholat, puasa dan hadir dalam majlis ta’lim tapi mereka tidak bisa menjaga kehormatan suaminya.
Diantaranya :
1. Mengeluhkan uang belanja yang diberikan suaminya ( tidak mensyukurinya )
2. Menceritakan kekurangan suaminya ( tidurnya mendengkur dan lain sebagainya )
3. Tidak dapat menjaga harta suaminya
Dalam hadits lain disebutkan :
1. Ya Rasulullah siapakah yang berhak atas diriku tanya seorang muslimah?
'' Suamimu, lalu siapa lagi? ''Ibumu jawab Rasulullah
2. Rasulullah bersabda ” Seandainya Allah Mengizinkan Manusia menyembah manusia Maka aku suruh seorang istri menyembah suaminya.

Lalu siapakah wanita penghuni syurga ?
1. Wanita yang menegakkan Sholat
2. Wanita yang menjalankan Puasa dibulan Ramadhan
3. Wanita yang menjaga kehormatan dirinya ( diantaranya menutup aurat )
4. Patuh pada suami, dan suaminya ikhlas kepadanya

Demikianlah sedikit tentang para wanita calon penghuni surga menurut hadits Rasulullah SAW.
READ MORE - Para Wanita Calon Penghuni Surga

Kamis, 13 Desember 2012

Ungkapan Mendidik Anak

foto oleh google
    

                                                                                     

                                  Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki 

                          Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi 

                               Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah 

                          Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri 

                           Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri 

                  Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah 

                          Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri 

                          Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri 

                             Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai 

                           Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta 

                       Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri 

                    Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan 

                      Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan 

Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan 

                Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan 

  Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan 

            Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran 

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                     

                                                                                   
 
READ MORE - Ungkapan Mendidik Anak

Selasa, 11 Desember 2012

Panduan Lengkap Sholat Dhuha

foto:Nayla Jasmine Rohimova


  Keutamaan Sholat Dhuha

Sunat Dhuha adalah salah satu shalat sunat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka
adalah kebaikan bagi kita untuk mengetahui sunnah ini.


Dari Abu Dzar, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari
kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil
adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan (amar ma’ruf) dan melarang dari berbuat
munkar (nahi munkar) adalah sedekah. Semua itu cukup dengan dua rakaat yang dilaksanakan di waktu Dhuha.”

[HR. Muslim, Abu Dawud dan riwayat Bukhari dari Abu Hurairah]



Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Kekasihku Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah berwasiat kepadaku tiga perkara: [1] puasa tiga hari setiap bulan, [2] dua rakaat shalat Dhuha dan [3] melaksanakan shalat witir sebelum tidur.”

[HR. Bukhari, Muslim, Turmuzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad dan Ad-Darami]

Dari Abud Darda, ia berkata: “Kekasihku telah berwasiat kepadaku tiga hal. Hendaklah saya tidak pernah meninggalkan
ketiga hal itu selama saya masih hidup:
[1] menunaikan puasa selama tiga hari pada setiap bulan,
[2] mengerjakan shalat Dhuha, dan
[3] tidak tidur sebelum menunaikan shalat Witir.”

[HR. Muslim, Abu Dawud, Turmuzi dan Nasa’i]



Anjuran Sholat Dhuha

Dari Aisyah, ia berkata: “Saya tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan
shalat Dhuha, sedangkan saya sendiri mengerjakannya. Sesungguhnya Rasulullah SAW pasti akan meninggalkan
sebuah perbuatan meskipun beliau menyukai untuk mengerjakannya. Beliau berbuat seperti itu karena khawatir jikalau
orang-orang ikut mengerjakan amalan itu sehingga mereka menganggapnya sebagai ibadah yang hukumnya wajib
(fardhu).”

[HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, Malik dan Ad-Darami]



Dalam Syarah An-Nawawi disebutkan:

Aisyah berkata seperti itu karena dia tidak setiap saat bersama Rasulullah. Pada saat itu Rasulullah memiliki istri
sebanyak 9 (sembilan) orang. Jadi Aisyah harus menunggu selama 8 hari sebelum gilirannya tiba. Dalam masa 8 hari
itu, tidak selamanya Aisyah mengetahui apa-apa yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah istri
beliau yang lain.

Keutamaan Sholat Dhuha

ari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha
sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.
[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]

Dari Abu Said [Al-Khudry], ia berkata: Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuha,
sehingga kami mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Dan jika beliau meninggalkannya, kami mengira
seakan-akan beliau tidak pernah mengerjakannya”.

[HR. Turmuzi, hadis hasan]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat Dhuha itu dapat mendatangkan rejeki dan menolak kefakiran.
Dan tidak ada yang akan memelihara shalat Dhuha melainkan orang-orang yang bertaubat.” .

Waktu Sholat Dhuha

Dari Zaid bin Arqam, bahwa ia melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha [pada waktu yang belum begitu siang],
maka ia berkata: “Ingatlah, sesungguhnya mereka telah mengetahui bahwa shalat Dhuha pada selain saat-saat seperti
itu adalah lebih utama, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatnya orang-orang
yang kembali kepada ALLAH adalah pada waktu anak-anak onta sudah bangun dari pembaringannya karena tersengat
panasnya matahari”.
 [HR. Muslim]

Penjelasan:

Anak-anak onta sudah bangun karena panas matahari itu diqiyaskan dengan pagi hari jam 08:00 AM, adapun sebelum
jam itu dianggap belum ada matahari yang sinarnya dapat membangunkan anak onta.

Waktu-waktu Haram

Dari Ibnu Abbas berkata: “Datanglah orang-orang yang diridhai dan ia ridha kepada mereka yaitu Umar, ia berkata
bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat sesudah Subuh hingga matahari bersinar, dan sesudah
Asar hingga matahari terbenam.”
 [HR. Bukhari]

Dari Ibnu Umar berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Apabila sinar matahari terbit maka akhirkanlah
(jangan melakukan) sholat hingga matahari tinggi. Dan apabila sinar matahari terbenam, maka akhirkanlah (jangan
melakukan) sholat hingga matahari terbenam”.
 [HR. Bukhari]

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua sholat. Beliau melarang sholat sesudah
sholat Subuh sampai matahari terbit dan sesudah sholat Asar sampai matahari terbenam.
 [HR. Bukhari]

Dari Muawiyah ia berkata (kepada suatu kaum): “Sesungguhnya kamu melakukan sholat (dengan salah). Kami telah
menemani Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kami tidak pernah melihat beliau melakukan sholat itu karena beliau
telah melarangnya, yaitu dua rakaat sesudah sholat Asar”.
 [HR. Bukhari]

 Dari Uqbah bin Amir: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang sholat pada tiga saat: (1) ketika terbit matahari
sampai tinggi, (2) ketika hampir Zuhur sampai tergelincir matahari, (3) ketika matahari hampir terbenam.”
 [HR. Bukhari]

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melarang sholat pada waktu tengah hari tepat
(matahari di atas kepala), sampai tergelincir matahari kecuali pada hari Jumat.
 [HR. Abu Dawud]

Menurut jumhur ulama, sholat ini adalah sunat Tahiyatul Masjid, selain sholat ini tetap dilarang melakukan sholat apapun.

Telah bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Matahari terbit dengan diikuti setan. Pada waktu mulai terbit,
matahari berada dekat dengan setan, dan ketika telah mulai meninggi berpisah darinya. Pada waktu matahari berada
tepat di tengah-tengah langit, ia kembali dekat dengan setan, dan ketika telah zawal (condong ke arah barat) ia berpisah
darinya. Pada waktu hampir terbenam, ia dekat dengan setan, dan setelah terbenam ia berpisah lagi darinya.”
 [HR. Nasa’i]

Waktu-waktu itu adalah waktu yang haram untuk shalat. Artinya apabila kita melakukan shalat sunat pada waktu haram,
maka bukan pahala yang kita dapatkan, melainkan dosa.


 Waktu-waktu haram yang mengapit shalat Dhuha:

-Waktu haram #1 = sesudah Shalat Subuh hingga matahari bersinar, atau kurang lebih sejak jam 06:00 AM hingga 07:45
AM

-Waktu haram #2 = ketika hampir masuk waktu Zuhur hingga tergelincir matahari, atau kurang lebih jam 11:30 AM hingga
12:00 PM

-Jumlah Raka'at Sholat Dhuha

4 RAKAAT

Dari Mu’dzah, bahwa ia bertanya kepada Aisyah: “Berapa jumlah rakaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika
menunaikan shalat Dhuha?”

Aisyah menjawab: “Empat rakaat dan beliau menambah bilangan rakaatnya sebanyak yang beliau suka.”

[HR. Muslim dan Ibnu Majah]



12 RAKAAT

Dari Anas [bin Malik], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha
sebanyak 12 (dua belas) rakaat, maka ALLAH akan membangunkan untuknya istana di syurga”.

[HR. Turmuzi dan Ibnu Majah, hadis hasan]



8 RAKAAT

Dari Ummu Hani binti Abu Thalib, ia berkata: “Saya berjunjung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun
Fathu (Penaklukan) Makkah. Saya menemukan beliau sedang mandi dengan ditutupi sehelai busana oleh Fathimah
putri beliau”.

Ummu Hani berkata: “Maka kemudian aku mengucapkan salam”. Rasulullah pun bersabda: “Siapakah itu?” Saya
menjawab: “Ummu Hani binti Abu Thalib”. Rasulullah SAW bersabda: “Selamat datang wahai Ummu Hani”.

Sesudah mandi beliau menunaikan shalat sebanyak 8 (delapan) rakaat dengan berselimut satu potong baju. Sesudah
shalat saya (Ummu Hani) berkata: “Wahai Rasulullah, putra ibu Ali bin Abi Thalib menyangka bahwa dia boleh
membunuh seorang laki-laki yang telah aku lindungi, yakni fulan Ibnu Hubairah”.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “sesungguhnya kami juga melindungi orang yang kamu lindungi,
wahai Ummu Hani”.

Ummu Hani juga berkata: “Hal itu (Rasulullah shalat) terjadi pada waktu Dhuha.”
 [HR. Muslim]

-Tata Cara Sholat Dhuha

Berniat untuk melaksanakan shalat sunat Dhuha setiap 2 rakaat 1 salam. Seperti biasa bahwa niat itu tidak harus
dilafazkan, karena niat sudah dianggap cukup meski hanya di dalam hati.

-Membaca surah Al-Fatihah

-Membaca surah Asy-Syamsu (QS:91) pada rakaat pertama, atau cukup dengan membaca Qulya (QS:109) jika tidak
hafal surah Asy-Syamsu itu.

-Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) pada rakaat kedua, atau cukup dengan membaca Qulhu (QS:112) jika tidak hafal
surah Adh-Dhuha.

Rukuk, iktidal, sujud, duduk dua sujud, tasyahud dan salam adalah sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat
fardhu.

Menutup shalat Dhuha dengan berdoa. Inipun bukan sesuatu yang wajib, hanya saja berdoa adalah kebiasaan yang
sangat baik dan dianjurkan sebagai tanda penghambaan kita kepada ALLAH.

Sebagaimana shalat sunat lainnya, Dhuha dikerjakan dengan 2 rakaat 2 rakaat, artinya pada setiap 2 rakaat harus
diakhiri dengan 1 kali salam.

Adapun surah-surah yang dibaca itu tidak ada hadis yang mengaturnya melainkan sekedar ijtihad belaka, kecuali
membaca Qulya dan Qulhu adalah sunnah Rasulullah, tetapi bukan untuk shalat Dhuha, melainkan shalat Fajr. Kita
tidak dibatasi membaca surah yang manapun yang kita sukai, karena semua Al-Qur’an adalah kebaikan.

 -Doa pun tidak dibatasi, kita boleh berdoa apa saja asalkan bukan doa untuk keburukan.

Doa yang terkenal dalam mazhab Syafi’i ada pada slide selanjutnya. Selain doa itu kita boleh membaca doa yang kita
sukai. Namun karena ada aturan mazhab, maka hendaklah kita jangan melupakan agar memulai doa itu dengan
menyebut nama ALLAH, memuji syukur kepada-NYA dan kemudian bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

ALLAAHUMMA INNADH-DHUHAA ‘ADHUHAA ‘UKA - WAL BAHAA ‘ABAHAA ‘UKA – WAL JAMAALA JAMAALUKA – WAL
QUWWATA QUWWATUKA – WAL QUDRATA QUDRATUKA – WAL ‘ISHMATA ‘ISHMATUKA.

ALLAAHUMMA IN KAANA RIZQII FIS-SAMAA ‘I FA ANZILHU – WA IN KAANA FIL ARDI FA AKHRIJHU – WA IN KAANA
MU’ASSARAN FA YASSIRHU – WA IN KAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU – WA IN KAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU,
BIHAQQI DHUHAA ‘IKA, WA BAHAA ‘IKA, WA JAMAALIKA, WA QUWWATIKA, WA QUDRATIKA.

AATINII MAA ‘ATAITA ‘IBAADAKASH-SHAALIHIIN.

Artinya:

“Wahai ALLAH, bahwasanya waktu Dhuha itu waktu Dhuha-MU – dan kecantikan adalah kecantikan-MU – dan keindahan
adalah keindahan-MU – dan kekuatan adalah kekuatan-MU – dan kekuasaan adalah kekuasaan-MU - dan perlindungan itu
adalah perlindungan-MU.

Wahai ALLAH, jikalau rejekiku masih diatas langit, maka turunkanlah – Dan jikalau ada didalam bumi maka keluarkanlah –
dan jikalau sukar maka mudahkanlah – dan jika haram maka sucikanlah - dan jikalau masih jauh maka dekatkanlah
dengan berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-MU.

Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambamu yang shaleh.


 Wallahu a’lam. Hanya ALLAH Yang Maha Mengetahui
               --------semoga bermanfaat--------








READ MORE - Panduan Lengkap Sholat Dhuha

Sabtu, 24 November 2012

Bukti Orang Beragama Islam

foto:oleh google.

Sebagai bukti orang yang beragama islam adalah meyakini rukun Iman ,mengucapkan dua kalimat syahadat dan mengamalkan ibadah dalam sikap hidup.
Sebagaimana bukti yang mudah ialah melaksanakan Shalat,sebab shalat telah merangkum keyakinan hati,ucapan dan perbuatan.tiga aspek yang sekaligus dirangkum dalam pelaksanaan Shalat.

Demikian bukti orang yang mengaku beragama Islam ,tetapi bila ia mengaku-ngaku beragama islam ,namun tidak pernah melaksanakan shalat atau shalatnya hanya dibuat sambilan saja.maka orang itu disebut Islam KTP.
dan bukti orang yang beragama islam pasti akan rajin melakukan ibadah,terutama Shalat lima waktu sehari semalam.

Berdasarkan beberapa dalil dari Al-Qur'an dan Al Hadits tentang pentingnya ibadah shalat ini,maka tersimpullah beberapa hikmah yang terkandung di dalamnya,karena ibadah badaniyah yang paling utama di banding dengan ibadah-ibadah yang lain adalah Shalat.

    Adapun hikmah-hikmah yang terkandung dalam shalat itu adalah:
1. Menegakkan tiang agama
2. Tanda orang beriman
3. Tanda orang bersyukur
4. Menghapus dosa
5. Mencegah perbuatan kiji dan munkar
6. Mendapat syafaat
7. Wajah berseri-seri
8. Hati dan jiwa menjadi tenang
9. Menjauhkan sifat kikir dan berkeluh kesah
10.  Bersikap tawadhdhu'
11. Selalu ingat kepada Allah STW
12. Mendidik kedisiplinan
Dan lain sebagainya.

Sedangkan apabila meninggalkan sholat maka baginya akan mendapat sangsi sebagai berikut:
1. Merobohkan tiang agama
2. Ditimpa kerusakan dan kehinaan
3. Disiksa di neraka Wail atau Saqar
4. Dihapus tanda keshalehannya
5.Tidak mendapat rahmat ketika sakratul maut
6. Tidakmendapat doa dari para shalihin
7. Semua amalnya akan sia-sia
8. Disiksa di dalam kubur dan akhirat
Dan lain sebagainya.

Demikian semoga bermanfaat.

READ MORE - Bukti Orang Beragama Islam

Hukum Dalam Islam

foto:oleh google

Bagi orang islam/muslim tentu ia berkewajiban menjalani syariat-syariat islam,berikut mematuhi undang-undang/hukum-hukum yang ada didalamnya.

    Adapun Hukum-Hukum Islam itu adalah:
1. Wajib/Fardhu
2. Sunah
3. Haram
4. Makruh
5. Mubah/Jaiz

Keterangan:
1. Wajib
    Wajib adalah suatu perkara yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.dan wajib dibagi menjadi dua yaitu,Wajib 'Ain dan Wajib Kifayah
- Wajib 'Ain adalah suatu perkara yang harus dilakukan seperti sholat lima waktu sehari semalam,puasa di bulan ramadhan dan lain sebagainya.
- Wajib kifayah adalah suatu perkara yang harus dilakukan seperti merawat jenazah dan menguburkannya.

2. Sunah
    Sunah adalah suatu perkara yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa.
dan sunah dibagi menjadi dua bagian yaitu Sunah Mu'akkad dan Sunah Ghairu Mu'akkad
- Sunah Mu'akkad adalah suatu perkara yang sangat ditekankan pelaksanaanya,seperti sholat hari raya,shalat tarawih dan lain sebagainya.
-Sunah Ghairu Mu'akkad adalah suatu perekara yang tidak ditekankan pengerjaannya,seperti puasa senin dan kamis dan lain sebagainya.

3. Haram
    Haram adalah suatu perkara yang apabila dilakukan/dikerjakan akan mendapat dosa dan apabila ditinggalkan akan mendapat pahala,seperti Berzina,Minum khamar/minum minuman keras dan lain sebagainya.

4. Makruh
    Makruh adalah suatu perkara yang apabila dilakukan tidak mendapat dosa dan apabila ditinggalkan akan mendapat pahala.

5. Mubah/Jaiz
    Mubah adalah suatu perkara yang apabila dikerjakan atau tidak,maka baginya tidak mendapat dosa,seperti berpakaian bagus,makan enak dan lain sebagainya.

Demikian sekilas tentang Hukum-Hukum dalam Islam,semoga Bermanfaat.
READ MORE - Hukum Dalam Islam

Senin, 19 November 2012

Puasa Sunah di Bulan Muharram







Di bulan muharram ini alangkah baiknya bila postingan yang berkaitan di bulan muharram,yaitu Puasa sunah di bulan muharram.
Puasa ini sangat di anjurkan pada tanggal 9 dan 10 (Tasu'a dan 'Asyura).
Dari AbuHurairah ra dia berkata, "Rasulullah saw ditanya, 'Salat apa yang lebih utama setelah salat fardhu?' Nabi menjawab, 'Salat di tengah malam'. Mereka bertanya lagi, 'Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?' Nabi menjawab, 'Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan Muharrom'." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud). Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra, dia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Hari ini adalah hari 'Asyura dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, maka siapa yang mau, silahkan puasa dan siapa yang tidak mau, maka silahkan berbuka." (HR Bukhari dan Muslim).
Dari Aisyah ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' adalah hari yang dipuasakan oleh orang-orang Quraisy di masa jahiliyah, Rasulullah juga biasa mempuasakannya. Dan tatkala datang di Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka, tatkala diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda, 'Siapa yang ingin berpuasa, hendaklah ia berpuasa dan siapa yang ingin meninggalkannya, hendaklah ia berbuka'." (Muttafaq alaihi).
Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Nabi saw datang ke Madinah lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura', maka Nabi bertanya, 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, hari 'Asyura' itu hari baik, hari Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa saw dan Bani Israel dari musuh mereka sehingga Musa as berpuasa pada hari itu. Kemudian, Nabi saw bersabda, 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kamu', lalu Nabi saw berpuasa pada hari itu dan menganjurkan orang agar berpuasa pada hari itu. " (Muttafaq alaihi).
Dari Abu Musa al-Asy'ari ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' itu diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikan sebagai hari raya. Maka, Rasulullah saw bersabda,"Berpuasalah pada hari itu." (Muttafaq alaihi). Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Tatkala Rasulullah saw berpuasa pada hari 'Asyura' dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa pada hari itu, mereka berkata, "Ya Rasulullah, ia adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani," maka Nabi saw bersabda, "Jika datang tahun depan, insya Allah kami berpuasa pada hari kesembilan (dari bulan Muharrom)." Ibnu Abbas ra berkata, "Maka belum lagi datang tahun depan, Rasulullah saw sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Daud).
Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura' itu ada tiga tingkat: tingkat pertama, berpuasa selama tiga hari yaitu hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas. Tingkat kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh. Tingkat ketiga, berpuasa hanya pada hari kesepuluh saja.

 Demikian sekilas tentang puasa muharram,semoga bermanfaat.
 
         -----------------ooo0ooo----------------- 
READ MORE - Puasa Sunah di Bulan Muharram

Kamis, 15 November 2012

Download Gratis Java Game Buat Ponsel

Selamat malam sobat semua,kali ini saya akan share game java buat ponsel khususnya bersistem java dengan resolusi layar 240*320.
Oke lansung download sob dijamin gratis.berikut daftar gamenya:

01.Tekken mobile.jar
02.Bigfoot Racing.jar
03.Contra Terrorism 3D.jar
04.Moto Racing Fever 3D.jar
05.Motocross 3D.jar
06.Solid Weapon 3D.jar
07.Super Taxi Driver 3D.jar
08.Monster Truck 3D.jar
09.Asphalt Nitro Rush 3D.jar
10.Assassin Creed.jar
11.Bomberman Reloaded.jar
12.Call of Duty 4
13.Devil and Demons
14.Die Hard 4.jar
15.Mission Impossible 3.jar
16.Ghost Stories.jar
17.Gladiator.jar
18.Iron Man 2.jar
19.James Camerons Avatar.jar
20.KungFu Panda.jar
21.Men in Black.jar
22.Mortal Combat.jar
23.Mortal Kombat Chaos Fight.jar
24.Narnia Prince of Caspian.jar
25.Need for Drift 3D.jar
26.Ninja Joe.jar

Untuk sementara itu dulu sob di lain waktu saya akan lanjut lagi.
NB:mohon apabila menemukan link download yang error tolong sobat beritahu.


                                                      ------------oo0oo-----------
READ MORE - Download Gratis Java Game Buat Ponsel

Senin, 05 November 2012

Asma-Ul Husna-99 Nama-Nama Indah Milik Allah SWT


“Hanya milik Allah Asma-Ul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asma-Ul Husna, dan tinggalkan orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Surat Al-A’rof Ayat 180).

Berikut adalah Asmaul-Husna Beserta artinya.
Ar Rohmaan    => bersikap mengasihi
Ar Rohiim        => bersikap menyayangi
Al Maalik         => mampu menguasai diri
Al Quddus       => suci dalam pikiran dan perbuatan
As Salam => hidup sejahtera
Al Mu'min => selalu dipercaya
Al Muhaimin => selalu mampu mengawasi dan memelihara
Al 'Aziiz => terhormat
Al Jabbaar => selalu perkasa dan memiliki keperkasaan
Al Mutakabbir => memiliki kebesaran
Al Khooliq => selalu berkreasi (mencipta)
Al Baari' => merencanakan masa depan
Al Mushowwir => selalu mendesain
Al Ghoffar => selalu mengampuni orang lain
Al Qohhar => memiliki kekuatan untuk menopang kebaikan
Al Wahhaab => selalu memberi 
Ar Rozzaq => selalu berbagi rezeki
Al Fattaah => selalu membuka hati orang lain
Al 'Aliim => selalu belajar dan berilmu
Al Qoobidl => selalu mengendalikan
Al Baasith => selalu melapangkan jalan orang lain
Al Khoofidi => merendahkan orang yang dzalim demi keadilan
Ar Roofi' => selalu meninggikan orang lain demi keadilan
Al Mu'izz => selalu dihormati
25.Al Mudzill => mencegah dan merendahkan orang-orang jahat demi keadilan
As Saami' => selalu mendengar dan memahami orang lain (empati)
Al Bashir => selalu melihat dan memperhatikan orang lain
Al Hakam => mengendalikan dan melakukan kontrol
Al 'Adl => selalu bersikap adil
Al Lathiif => bersikap halus kepada orang lain dan merasakan perasaan orang lain
Al Khoobir => selalu berhati-hati
Al Haliim => selalu penyantun dan lembut
Al 'Adhiim => bersifat agung
Al Ghofuur => selalu pemaaf (watak)
Asy Syakuur => selalu berterima kasih kepada orang lain
Al 'Aliyy => menjadi yang tertinggi (sifat)
Al Kabiir => memiliki kebesaran
Al Hafiidh = >selalu menjaga dan memelihara
Al Muqiit => memperhatikan dan merasakan pengaduan orang lain
Al Hasiib => selalu teliti
Al Jaliil => memiliki pribadi yang luhur
Al Kariim => selalu dermawan
Ar Roqiib => selalu mengawasi
Al Mujiib => selalu memperhatikan keinginan orang lain
Al Waasi' => memiliki wawasan yang luas
Al Hakiim => selalu bijaksana (sifat)
Al Waduud => selalu simpatik
Al Majiid => selalu bersifat bajik kepada orang lain
Al Baa'its => selalu bersifat membangkitkan motivasi orang lain
50.Asy Syahiid => selalu menyaksikan sendiri
Al Haqq => selalu membela yang benar
Al Wakiil => bisa dipercaya
Al Qowiyy => memiliki kekuatan dan semangat tinggi
Al Matiin => teguh dan kokoh
Al Waliyy => selalu melindungi 
Al Hamid => selalu bersikap terpuji
Al Muhshiy => selalu memperhatikan semua faktor dan sektor
Al Mubdi' = selalu memulai terlebih dahulu dalam berkreasi
Al Mu'iid => mengembalikan sesuatu ke posisi semula demi kebaikan
Al Muhyi => selalu menghidupkan semangat orang lain
Al Mumiit => selalu mematikan suatu pikiran jahat orang lain
Al Hayy => sering memberikan "kehidupan" pada orang lain
Al Qoyyuum => bersikap mandiri
Al Waajid => selalu melakukan yang baru (inovasi)
Al Maajid => bersikap mulia
Al Wahiid => menjadi orang no.1 di lingkungan 
Al Ahad => menyatukan berbagai hal dalam satu kesatuan
Ash Shomad => selalu dibutuhkan orang lain
Al Qodir => memiliki kemampuan memadai
Al Muqtadir => selalu membina orang lain agar memiliki kemampuan
Al Muqoddim => mendahulukan sesuatu demi keadilan
Al Mu'akhkhir => mengakhiri dan menghentikan sesuatu demi keadilan
Al Awwal => bersikap selalu menjadi orang pertama (inventer)
Al Aakhir => bersikap selalu menjadi orang terakhir (orang penutup)
75.Adh Dhohir => memiliki integritas dan jujur
Al Bathin => selalu memperhatikan kondisi batiniah diri sendiri dan orang lain
Al Waaliy => bersikap mendidik orang lain
Al Muta'aaliy => memiliki ketinggian pribadi
Al Barr => selalu jauh dari keburukan 
Al Tawwaab => selalu mau menerima kesalahan orang lain
Al Muntaqim => bersikap mengancam/memperingatkan orang yang dzalim demi menjaga kebaikan
Al 'Afuww => pemaaf
Ar Ro'uff => pengasih kepada yang menderita
Maalikul Mulk => selalu berhasil di sehala bidang
Dzul Jalaaf wal Ikroom => bersikap terhormat
Al Muqsith => adil dalam menghukum
Al Jaami' => selalu berkolaborasi dan bersatu
Al Ghoniyy => kaya lahir dan batin 
Al Mughniy = memajukan orang lain
Al Maani' => selalu mencegah sesuatu yang buruk
Adh Dhaarr => sering menghukum demi keadilan
An Naafi' => sering memberi penghargaan demi keadilan
An Nuur => selalu berilmu dan mulia
Al Haadii => selalu menjadi orang yang suka membimbing
Al Badii' => selalu indah, rapi dan bersih
Al Baaqi => selalu memelihara
Al Waarits => mewarisi dan mendelegasikan
Ar Rosyiid => pandai dan cerdas
99. Ash Shobuur => penyabar dan tidak tergesa-gesa

           -----------o0 SEMOGA BERMANFAAT o0---------



READ MORE - Asma-Ul Husna-99 Nama-Nama Indah Milik Allah SWT

Rabu, 31 Oktober 2012

Omar bin khattab dan Kisah Sepotong Tulang



"Ya Allah...buatlah Islam ini kuat dengan masuknya salah satu dari kedua orang ini. Amr bin Hisham atau Umar bin Khattab." Salah satu dari doa Rasulullah pada saat Islam masih dalam tahap awal penyebaran dan masih lemah. Doa itu segera dikabulkan oleh Allah. Allah memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.

Berikut kisah Omar bin Khattab, Seorang khalifah kedua setelah Abu Bakar.Beliau adalah seorang pemimpin yang sangat adil,semoga kisah ini semakin mempertebal keimanan kita umat islam.

Semenjak diangkat menjadi gubernur Mesir oleh Khalifah Umar bin Khattab, Amr bin Ash menempati sebuah istana megah yang di depannya terhampar sebidang tanah kosong berawa-rawa, dan diatasnya hanya terdapat gubuk reyot yang hampir roboh. Selaku gubernur, ia menginginkan agar di atas tanah tersebut, didirikan sebuah masjid yang indah dan mewah agar seimbang dengan istananya. Apalagi Amr bin Ash tahu bahwa tanah dan gubuk itu ternyata milik seorang yahudi. Maka yahudi tua pemilik tanah itu dipanggil menghadap istana untuk merundingkan rencana Gubernur Amr bin Ash.
“Hei Yahudi, berapa harga jual tanah milikmu sekalian gubuknya? Aku hendak membangun masjid di atasnya.”
Yahudi itu menggelengkan kepalanya, “Tidak akan saya jual, Tuan.”
“Kubayar tiga kali lipat dari harga biasa?” tanya Gubernur menawarkan keuntungan yang besar.
“Tetap tidak akan saya jual” jawab si Yahudi.
“Akan kubayar lima kali lipat dibanding harga yang umum!” desak Gubernur.
Yahudi itu mempertegas jawabannya, “Tidak.”
Maka sepeninggal kakek beragama Yahudi itu, Amr bin Ash memutuskan melalui surat untuk membongkar gubuk reyotnya dan mendirikan masjid besar di atas tanahnya dengan alasan kepentingan bersama dan memperindah pemandangan mata. Yahudi pemilik tanah dan gubuk tidak bisa berbuat apa-apa menghadapi tindakan penguasa. Ia cuma mampu menangis dalam hati. Namun ia tidak putus asa memperjuangkan haknya. Ia bertekad hendak mengadukan perbuatan gubernur tersebut kepada atasannya di Madinah, yaitu Khalifah Umar bin Khattab.
Sungguh ia tak menyangka, Khalifah yang namanya sangat tersohor itu tidak mempunyai istana yang mewah. Ia bahkan diterima Khalifah di halaman masjid Nabawi, di bawah sebatang pohon kurma yang rindang.
“Ada keperluan apa Tuan datang jauh-jauh kemari dari Mesir?” tanya Khalifah Umar. Walaupun Yahudi tua itu gemetaran berdiri di depan Khalifah, tetapi kepala negara yang bertubuh tegap itu menatapnya dengan pandangan sejuk sehingga dengan lancar ia dapat menyampaikan keperluannya dari semenjak kerja kerasnya seumur hidup untuk dapat membeli tanah dan gubuk kecil, sampai perampasan hak miliknya oleh gubernur Amr bin Ash dan dibangunnya masjid megah diatas tanah miliknya.
Umar bin Khattab mendadak merah padam mukanya. Dengan murka ia berkata, “Perbuatan Amr bin Ash sudah keterlaluan.” Sesudah agak reda emosinya, Umar lantas menyuruh Yahudi tersebut mengambil sebatang tulang dari tempat sampah yang treronggok di dekatnya. Yahudi itu ragu melakukan perintah tersebut. Apakah ia salah dengar? Oleh sang Khalifah, tulang itu digoreti huruf alif lurus dari atas ke bawah, lalu dipalang di tengah-tengahnya menggunakan ujung pedang. Kemudian tulang itu diserahkan kepada si kakek seraya berpesan, “Tuan. Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir, dan berikanlah pada gubernurku Amr bin Ash.”
Yahudi itu semakin bertanya-tanya. Ia datang jauh-jauh dari Mesir dengan tujuan memohonkan keadilan kepada kepala negara, namun apa yang ia peroleh? Sebuah tulang berbau busuk yang cuma digoret-goret dengan ujung pedang. Apakah Khalifah Umar tidak waras?
“Maaf, Tuan Khalifah.” ucapnya tidak puas, “Saya datang kemari menuntut keadilan, namun bukan keadilan yang Tuan berikan. Melainkan sepotong tulang yang tak berharga. Bukankah ini penghinaan atas diri saya?”
Umar tidak marah. Ia meyakinkan dengan penegasannya, “Hai, kakek Yahudi. Pada tulang busuk itulah terletak keadilan yang Tuan inginkan.”
Maka, walaupun sambil mendongkol dan mengomel sepanjang jalan, kakek Yahudi itu lantas berangkat menuju tempat asalnya dengan berbekal sepotong tulang belikat unta berbau busuk. Anehnya, begitu tulang yang tak bernilai tersebut diterima oleh gubernur Amr bin Ash, tak disangka mendadak tubuh Amr bin Ash menggigil dan wajahnya menyiratkan ketakutan yang amat sangat. Seketika itupula ia memerintahkan segenap anak buahnya untuk merobohkan masjid yang baru siap, dan supaya dibangun kembali gubuk milik kakek Yahudi serta menyerahkan kembali hak atas tanah tersebut.
Anak buah Amr bin Ash sudah berkumpul seluruhnya. Masjid yang telah memakan dana besar itu hendak dihancurkan. Tiba-tiba kakek Yahudi mendatangi gubernur Amr bin Ash dengan buru-buru.
“Ada perlu apalagi, Tuan?” tanya Amr bin Ash yang berubah sikap menjadi lembut dan penuh hormat. Dengan masih terengah-engah, Yahudi itu berkata, “Maaf, Tuan. Jangan dibongkar dulu masjid itu. Izinkanlah saya menanyakan perkara pelik yang mengusik rasa penasaran saya.”
“Perkara yang mana?” tanya gubernur tidak mengerti.
“Apa sebabnya Tuan begitu ketakutan dan menyuruh untuk merobohkan masjid yang dibangun dengan biaya raksasa, hanya lantaran menerima sepotong tulang dari Khalifah Umar?”
Gubernur Amr bin Ash berkata pelan,”Wahai Kakek Yahudi. ketahuilah, tulang itu adalah tulang biasa, malah baunya busuk. Tetapi karena dikirimkan Khalifah, tulang itu menjadi peringatan yang amat tajam dan tegas dengan dituliskannya huruf alif yang dipalang di tengah-tengahnya.”
“Maksudnya?” tanya si kakek makin keheranan.
“Tulang itu berisi ancaman Khalifah: Amr bin Ash, ingatlah kamu. Siapapun engkau sekarang, betapapun tingginya pangkat dan kekuasaanmu, suatu saat nanti kamu pasti akan berubah menjadi tulang yang busuk. Karena itu, bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus, adil di atas dan di bawah, Sebab, jika engkau tidak bertindak lurus, kupalang di tengah-tengahmu, kutebas batang lehermu.”
Yahudi itu menunduk terharu. Ia kagum atas sikap khalifah yang tegas dan sikap gubernur yang patuh dengan atasannya hanya dengan menerima sepotong tulang. Benda yang rendah itu berubah menjadi putusan hukum yang keramat dan ditaati di tangan para penguasa yang beriman. Maka yahudi itu kemudian menyerahkan tanah dan gubuknya sebagai wakaf. Setelah kejadian itu, ia langsung menyatakan masuk Islam.


READ MORE - Omar bin khattab dan Kisah Sepotong Tulang

Minggu, 28 Oktober 2012

Alarm Adzan Buat Ponsel Java Dan Symbian

assalamualaikum selamat malam sobat semua....
Kali ini saya akan share aplikasi alarm adzan buat ponsel java dan symbian.
Seperti kita ketahui bahwa alarm bawaan ponsel tidak bisa memenuhi kebutuhan kita akan jadwal waktu sholat,dengan aplikasi ini maka otomatis setiap jatuh waktu sholat 5 waktu ponsel kita akan berdering dan asyiknya lagi alarm tersebut berupa suara adzan.
Oke langsung saja.

-Screenshot dibawah merupakan tampilan aplikasi alarm adzan di ponsel Nokia E63 jadul saya

-Buka aplikasi adzan (tampak gambar di bawah) klik start


-Kemudian pilih opsi-setting (tampak gambar dibawah)


-Langkah selanjutnya setting menurut daerah sobat


-Setelah semua sudah sobat setting maka hasil akhirnya akan seperti gambar dibawah (berhubung saya tinggal di balikpapan KAL-TIM maka screenshotnya wilayah balikpapan)


Demikian aplikasi sederaha tetapi sangat membantu kita buat mengingatkan akan waktu sholat.
Semoga bermanfaat.
NB:untuk mengaktifkan aplikasi ini maka minimize kan dan jangan di exit (saya sudah test di ponsel nokia E63 dan Sony Ericsson W610i dan working dengan baik)

--Untuk aplikasinya silahkan download DISINI
READ MORE - Alarm Adzan Buat Ponsel Java Dan Symbian